Palestina Segera Merdeka usai Fatah dan Hamas Berdamai
Ilustrasi. (AFP)

TANDA TANGANI KESEPAKATAN AWAL
Palestina Segera Merdeka usai Fatah dan Hamas Berdamai
Jumat, 13 Oktober 2017 - 17:00 WIB > Dibaca 2249 kali
 
KAIRO (RIAUPOS.CO) - Negosiasi yang berlangsung mulai Selasa (10/10/2017) di Kairo, Mesir, membuat perseteruan antara dua partai terbesar di Palestina, Hamas dan Fatah, berakhir.

Itu karena keduanya telah menandatangani kesepakatan awal rekonsiliasi kemarin, Kamis (12/10/2017). Ada beberapa poin yang menjadi pokok kesepakatan, yakni perubahan manajemen penjagaan perbatasan dan mengintegrasikan para pegawai negeri di Gaza dengan Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Fatah.

”Saya telah menerima detail laporan dari delegasi Fatah tentang hal apa yang disepakati dan saya menganggap itu sebagai kesepakatan final untuk mengakhiri perbedaan,” kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas kemarin.

Adapun dia berencana berkunjung ke Jalur Gaza beberapa pekan ke depan. Jika terealisasi, itu menjadi kunjungannya yang pertama dalam satu dekade terakhir. Menurut Delegasi PA Azzam Al Ahmad, Abbas memang menginginkan agar rekonsiliasi itu benar-benar berjalan dan menjadi akhir perseteruan kedua pihak.

Dengan demikian, impian Palestina untuk mengakhiri pendudukan Israel menjadi negara merdeka dan mengambil kembali Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara bisa tercapai. Dalam konferensi pers kemarin, Azzam menyampaikan bahwa Hamas sepakat menyerahkan pengelolaan perlintasan perbatasan Rafah per 1 November mendatang kepada PA yang dipimpin Abbas.

Diketahui, Rafah merupakan perlintasan satu-satunya di Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir.

”Pasukan kepresidenan akan disebar ke seluruh wilayah perbatasan,” katanya.

Di sisi lain, ada harapan besar jika pergantian pengelolaan itu akan meminimalkan, bahkan menghilangkan blokade yang kerap dilakukan Mesir. Bila lalu lintas di Rafah lancar, otomatis perekonomian di Gaza meningkat. Kedua pihak juga setuju jika pemilu legislatif, presiden, dan dewan nasional akan digelar setahun setelah penandatanganan.

Sebelum pemilu, Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan sementara. Palestina menggelar pemilu legislatif kali terakhir pada 2006. Hamas menang kala itu. Pemilu tersebut berujung konflik antara Hamas dan Fatah yang akhirnya memicu perang sipil mulai Januari 2006–Mei 2007.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |