Aris Budiman Sudah Diperiksa Internal KPK, Hasilnya...
Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman. (JPG)

TERKAIT PANGGILAN PANSUS ANGKET
Aris Budiman Sudah Diperiksa Internal KPK, Hasilnya...
Kamis, 12 Oktober 2017 - 16:25 WIB > Dibaca 953 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Majelis Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) telah merampungkan pemeriksaan terhadap Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman.

Adapun pimpinan KPK sudah menginstruksikan untuk memproses tindak lanjut pemeriksaan itu.

"Saya baru dapat informasi tadi bahwa PI oleh bagian pengawas internal itu sudah selesai dilakukan kemudian sudah disampaikan ke pimpinan dan semua pimpinan telah membaca itu dan pimpinan juga sudah memberikan instruksi lanjutan ada yang diproses untuk di tahapan DPP," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Rabu (11/10/2017).

Namun, dia sendiri belum mau mengungkap detail hasil pemeriksaan internal terhadap Aris Budiman.

"Updatenya akan disampaikan lebih lanjut setelah proses di DPP selesai dan keputusan diambil dalam pengawas internal ini. Yang pasti penegakan aturan dalam pengawasan internal ini bagi kami sangat penting untuk menjaga integritas institusi," tuturnya.

Susunan keanggotaan DPP KPK terdiri atas Sekretaris Jenderal KPK sebagai ketua merangkap anggota, Kepala Biro Sumber Daya Manusia selaku sekretaris merangkap anggota, penasihat KPK, seluruh Deputi, Kepala Biro Hukum, Direktur Pengawasan Internal dan Perwakilan Wadah Pegawai.

Aris Budiman sebelumnya mengaku tidak menyesal memenuhi panggilan Pansus Angket KPK pada Selasa (29/8/2017). Aris pun mengaku tidak takut dikembalikan kembali ke Polri lantaran membangkang intruksi pimpinan KPK untuk tidak hadir dalam pemanggilan Pansus Angket KPK.

"Ini pertama kali saya membantah pimpinan, saya sudah sampaikan via email saya akan menghadap," katanya kala dicecar sejumlah anggota Pansus Angket di Ruangan Pansus, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia menyatakan, kedatangannya ke Pansus Angket sebagai pilihan pribadi untuk kehormatan dirinya dan juga lembaga KPK. Hal itu terkait tuduhan kepadanya diduga bertemu dengan anggota DPR dan meminta uang pengamanan perkara kasus korupsi KTP-elektronik.

Aris kemudian menyerahkan keputusan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian jika dia harus dikeluarkan dari lembaga antirasuah itu.

"Kalau mau mengeluarkan saya serahkan saja saya ke Pak Kapolri. Saya tidak menyesal," tegasnya. (put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |