Perlu Sinergi Bangun Daerah

Hari Jadi 4 Kabupaten
Perlu Sinergi Bangun Daerah
Kamis, 12 Oktober 2017 - 11:02 WIB > Dibaca 2197 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Empat kabupaten di Riau genap berusia 18 tahun hari ini (12/10). Yakni Siak, Rokan Hulu (Rohul), Pelalawan, dan Kuantan Singingi (Kuansing). Menurut Gubernur (Gubri) Riau H Arsyadjuliandi Rachman, sebagai daerah pemekaran empat kabupaten ini peranannya sama-sama penting. Gubri berharap sinergi seluruh daerah pemekaran dengan kabupaten induk dan seluruh kabupaten/kota di Riau dengan provinsi harus terus terbangun. Dengan demikian upaya bersama membangun daerah secara lebih terarah dapat terlaksana.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat hari jadi ke-18 kepada empat kabupaten. Semoga terus berkontribusi positif bagi pembangunan Riau secara menyeluruh. Sesuai peran dan potensi besar masing-masing daerah,” ujar Gubri.

Diakuinya berbagai prestasi sudah berhasil ditorehkan daerah-daerah tersebut di tingkat provinsi maupun nasional. Namun yang perlu diingat, tantangan ke depan perlu disikapi dengan lebih baik. Ini supaya Rohul, Kuansing, Pelalawan dan Siak tetap dikenal di tingkat daerah maupun nasional.

Pemprov Riau, ujar Gubri, turut bersuka cita dan memiliki asa besar bagi kabupaten pemekaran yang merayakan hari jadi tersebut. Memang diakuinya, dalam memajukan daerah memerlukan sentuhan dan dukungan dari seluruh masyarakat.

“Kalau kabupaten/kota di Riau mampu berbuat terbaik bagi daerah dan masyarakatnya, tentu dukungan optimal juga terus diberikan masyarakat. Karena perlu membangun itu secara bersama-sama,” katanya.

Lebih lanjut dia berharap seluruh kepala daerah di tiap kabupaten, agar tetap menjaga dan membesarkan daerah serta terus memajukan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Melalui program kegiatan yang dilaksanakan pemkab secara simultan dalam lima tahun jabatan dan tetap bersinergi dengan program provinsi.

Di sisi internal pemerintahan, Gubri juga mengingatkan pemkab terkait agar mewujudkan reformasi birokrasi dan revolusi mental bisa lebih berintegritas. Dengan demikian sehingga bisa menjawab tantangan pembangunan ke depan sesuai dengan harapan masyarakat.

Gali Potensi PAD
Berkurangnya dana bagi hasil (DBH) minyak bumi dan gas (migas) membuat  Pemkab Rokan Hulu (Rohul) berpikir keras untuk meningkatkan penerimaan PAD. Di bawah kepemimpinan Bupati H Suparman SSos MSi dan Wakil Bupati Rohul H Sukiman dilakukan berbagai terobosan kreatif dan inovatif. Seperti sektor Pajak Bumi Bangun Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2), PPHTB dengan memanfaatkan potensi perkebunan yang beroperasi. Tercatat ada 37 perusahan perkebunan dan 34 pabrik kelapa sawit (PKS) di Rohul. Ini secara legalitas perlu dilakukan peninjauan, inventarisasi data terhadap seluruh perizinan yang dimiliki.

“Kami berharap sektor perkebunan akan menopang penerimaan PAD. Sehingga dapat sedikit memenuhi keperluan belanja pembangunan di Rohul,” ungkap Bupati Suparman melalui Kepala Bappeda Nifzar SP MIp kepada Riau Pos, Rabu (11/10).

Dikatakan Nifzar, secara angka APBD murni 2017 ke APBD Perubahan sudah menuangkan lebih Rp26 miliar, tambahan dari PAD sektor perkebunan. Kemudian  instansi terkait dalam hal ini Bapenda melakukan terobosan-terobosan dengan menggali  seluruh potensi PAD yang ada. Beberapa gebrakan yang dilakukan Bapenda Rohul dengan membentuk tim terpadu pengendalian perizinan dan pajak daerah terkait perkebunan. Selain melakukan penggalian penerimaan sekot PBB P2 dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pajak Bumi dan Bangunan (SIMPBB) Desa Mandiri PBB P2 di desa yang ada di Rohul.

PAD Topang Pembangunan
Rasionalisasi anggaran memang seperti angin puting beliung yang memangkas habis anggaran kegiatan pemerintah daerah.  Kondisi ini diperparah dengan DBH migas yang terus turun seiring merosotnya produksi dan anjloknya harga minyak mentah dunia.  Namun bagi Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi semua persoalan itu bukanlah akhir segalanya. Demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di segala bidang,  jajarannya diintruksikan untuk berpikir kreatif untuk mengejar pendapatan. 

“Saya berkali-kali mengingatkan seluruh pimpinan OPD berpikir kreatif. Berinovasi di segala bidang guna menggenjot PAD.  Kita ini tidak dapat selamanya mengandalkan dana transfer dari pusat,” sebutnya. 



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |