Jadi Trainer yang Baik
Muhammad Akmal Nasri SH

Muhammad Akmal Nasri SH (Fakultas Hukum Unilak, 2011)
Jadi Trainer yang Baik
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 11:22 WIB > Dibaca 3434 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menggeluti dunia pelatihan tidak pernah terbayang oleh Akmal sebelumnya. Berawal dari keikutsertaanya sebagai peserta biasa, sampai akhirnya kini ia dipercaya menjadi seorang trainer. Semua dicapainya dari nol. Berkat semangat dan kesabarannya, kini perlahan karirnya terus melesat di usia muda.

Ia sempat dipercaya menjadi asisten trainer. Selama tiga tahun, ia mendampingi seorang trainer ESQ melakukan pelatihan ke berbagai tempat. Dari situ, diam-diam ia terus belajar. Bagaimana agar kelak ia bisa menjadi trainer yang baik.

“Tiga tahun menjadi asisten, banyak pengalaman yang saya dapatkan. Kita tahu bagaimana memotivasi peserta. Apa yang bisa menarik perhatian mereka, bagaimana berbicara di muka umum dan lain sebagainya,” ujar sarjana hukum ini.

Sampai akhirnya masa masa menjadi asisten ia sudahi. Sejak beberapa waktu lalu, di dipercaya menjadi trainer. Lebih tinggi level, maka dikatakannya lebih tinggi pula tanggung jawabnya. Ia biasanya memberikan training atau pelatihan kepada peserta training atau trainee.

“Seorang trainer yang baik mampu membuat peserta training menjadi memiliki skill atau keahlian sesuai dengan materi training yang disampaikan. Sementara karakteristik dari pada peserta berbeda-beda dan harus kita sesuaikan agar apa yang disampaikan, bisa mereka pahami,” lanjutnya yang pernah menjadi Paskibra Provinsi Riau ini.

Adapun tantangan lain sebagai seorang trainer bidang transformasi karakter, ia terlebih dahulu harus bisa menjadi sosok yang baik dan mampu menjadi contoh dari apa yang ia sampaikan. Sehingga tidak terjadi kesenjangan antara apa yang ia paparkan dengan kenyataan.

Di sisi lain, ia mengaku menyenangi dan bertahan pada bidang pelatihan ini karena dengan menjadi seorang trainer, ia bisa mengenal banyak orang. Di undang ke berbagai tempat dan banyak pengalaman lain yang berdampak positif bagi dirinya.

“Ke depan saya berharap bisa terus memberikan yang terbaik pada peserta pelatihan bidang transformasi karakter ini. Sehingga membantu mereka dalam membangun karakter diri, meningkatkan rasa percaya diri dan lainnya. Dengan begitu, ke depan mereka juga bisa menjadi sosok yang lebih baik lagi,” tutupnya.(azr)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |