Terbiasa Disiplin, Komit Tegakkan Aturan

Ekahani Yuliandra SH (Ilmu Hukum UIR, 2007)
Terbiasa Disiplin, Komit Tegakkan Aturan
Senin, 14 Agustus 2017 - 11:07 WIB > Dibaca 2338 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Terbiasa disiplin semenjak sekolah di pondok pesantren, bekerja di bidang penegakan hukum membuat Ekahani Yuliandra SH tidak canggung lagi. Apalagi ia mengambil kuliah Ilmu Hukum di Jurusan Ilmu Hukum tertua di Riau di Universitas Islam Riau (UIR). Kematangan, senioritas dan kemapanan ilmu para dosen di kampus tersebut berperan besar bagi dirinya dalam membentuk pengetahuan dan karakternya.

     Apalagi, cerita Eka, dosen Ilmu Hukum Unilak itu tidak hanya sudah dosen senior kaliber doktor dan profesor hukum, tapi mereka rata-rata sangat disiplin. Ketegasan dan kedisiplinan dosen ini membuat Eka salut hingga ia benar-benar dapat menguasai pengetahuan di bidang hukum. Hal itu pula membuatnya percaya diri menjalankan tugasnya saat ini di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

     "Dosen banyak yang senior, mereka rata-rata sangat disiplin dan tegas. Memang terasa sulitnya mendapatkan ilmu di sana, tapi itu justru memberikan dampak yang sangat besar setelah tamat. Kita di sana benar-benar merasakan diri kita layak menyandang gelar Sarjana Hukum. Berbagai ilmu yang ditransfer dosen melekat kuat, sampai sekarang," sebut Eka.

     Saat masih SLTA, Eka memang berniat mengambil jurusan Ilmu Hukum. Ia sempat punya cita-cita menjadi pengacara. Namun ternyata tidak mudah menuju ke sana. Ia sempat luntang-lantung memanfaatkan segala peluang untuk memulai karir. Bahkan ia sempat ikut menjadi kontraktor di Kuantan Singingi. Sampai suatu ketika ada kabar penerimaan di Perhubungan. Tidak disangka, ia diterima.

     Saat pelatihan menjelang diangkat PNS di Perhubungan menurut Eka berat bagi orang tidak biasa. Sebagai orang lapangan, calon pegawai Perhubungan mendapatkan pelatihan semi militer. Terbiasa disiplin di kampus dan di pesantren menurut Eka membuat segalanya lebih mudah. Eka memang tidak merasa disiplin sepenuhnya, namun ia sudah terbiasa disiplin. Ia juga sudah paham bagaimana kalau disiplin di kesatuannya itu dilanggar.

      "Saya sudah terbiasa di pesantren. Di sana disiplin yang paling utama, terlambat bisa kena rotan betis. Itu sudah biasa. Juga pada waktu kuliah, dosen-dosen Ilmu Hukum itu kadang ada yang tidak bisa kompromi. Jangan coba-coba rambut gimbal kalau mau masuk kelas. Jadi dari sana, selain ilmu, karakter itu sudah terbangun. Insya Allah sekarang lebih percaya diri, lebih enjoy dan bisa berkomitmen penuh menegakkan aturan," kata Eka.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |