Atraksi Tiga Karya Inspiratif

TARI
Atraksi Tiga Karya Inspiratif
Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:15 WIB > Dibaca 2164 kali
 
Tiga koreografer kenamaan Gerard Mosterd (Belanda), Ery Mefri (Padang), dan Iwan Irawan Permadi (Pekanbaru) tampil di teater terbuka, Taman Budaya Riau, Rabu (9/8) lalu. Penampilan tiga karya tari kontemporer tersebut menjadi salah satu dari rentetan acara sempena HUT ke-60 tahun Provinsi Riau dan HUT ke-72 tahun Indonesia.

Seniman Belanda Gerard mempersembahkan karya berjudul "Building". Karya berdurasi 20-an menit itu cukup menarik. Sang penari asal Kualalumpur (Malaysia) yang diboyong Gerald itu mampu mengekspresikan gambar (video) dengan gerak yang matang. Paling tidak, karya tersebut mendapat apresiasi dari penonton yang memenuhi laman Taman Budaya Riau.
Karya ini adalah karya video teater warna-warni. Sebuah audio-visual abstrak menegangkan tentang pencarian ingatan tubuh Asia-Eropa.

"Cahaya, suara, video, teater fisik, dan animasi melebur dalam gaya orisinil dalam pertunjukan kami," kata Gerard.

Tampilan kedua berjudul "Sengketo Hawa" karya koreografer Ery Mefri asal Padang terasa hening dan syarat makna. Karya berdurasi 30 menit yang dimainkan dua penari perempuan itu seperti gelombang. Kedua penari mengeksplorasi alat musik dol (gendang besar) asal Bengkulu. Menghasilkan bunyi-bunyi dengan komposisi beragam.

Ery Mefri beranggapan, gerak tak lagi mampu untuk menyampaikan pesan. Kata-kata pun tak bisa dipercaya untuk bersuara. Lalu, dalam "Sangketo Bunyi" Ery Mefri berharap pada irama yang lahir dari bunyi hati dan dibuat oleh gerakan diri terasa dapat menyampaikan Kaba.

"Karya ini berharap kegelisahan Hawa bisa terobati walau sudah sejak lama terasa dipakai oleh setiap yang tak pernah dianggap. Gerak yang terasa dan kalau tak salah pernah dianggap bersengketa," ulas Ery Mefri berfilosofi.

Sementara itu, karya Iwan Irawan Permadi berjudul "Air Janggi" yang berdurasi 50 menit menutup helat itu dengan manis. Karya yang sebelumnya dipentaskan diberbagai perhelatan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari penonton.

Kadis Kebudayaan Riau Yoserizal Zen mengatakan, sangat berterimakasih atas persembahan karya tiga koreografer terbaik tersebut. Ia berharap akan semakin banyak lagi karya-karya yang tampil di Riau.(fed)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |