Ternyata, Sejak 2015 DPR Sudah
Ilustrasi. (JPG)

DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Ternyata, Sejak 2015 DPR Sudah "Warning" Kemenag soal First Travel
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 17:23 WIB > Dibaca 558 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus First Travel yang gagal memberangkatkan puluhan ribu calon jemaah umroh memakan banyak korban sangat disesalkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid.

Ditegaskannya, komisinya yang membidangi agama di DPR memang telah memberikan warning sejak awal langsung kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

"Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan hari in, karena saya sudah ribut pada Menag sebelum kasus penelantaran. Saya sudah warning Kemenag, hati-hati dengan travel yang menggunakan pola seperti ini," katanya dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Dia menilai, publik tentu masih ingat dengan banyak kasus yang dijalankan oleh pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel milik Andika Surachman dan Annisa Desvitasari. Apakah yang berbentuk travel umroh maupun koperasi. Ketika kasus penelantaran muncul, dia langsung menyampaikan peringatan kepada Menag Lukman.

Namun, menteri yang juga mantan politikus Senayan itu masih berdalih.

"Menag masih beralasan, kalau kami hentikan sekarang, kami khawatir, bagaimana korbannya. Akhirnya bagaimana sekarang, izin dicabut juga, tapi dengan korban puluhan ribu. Kalau dulu dicabut mungkin korban tidak sebesar ini," sebutnya menyesalkan.

Dia menambahkan, seandainya Kemenang lebih awal mencabut izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) First Travel ketika masalah mulai mencuat, itu tidak akan menghilangkan kewajiban mereka memberangkatkan jemaah. Di samping kepada Kemenang, Sodik juga telah sejak awal meminta kepada polisi untuk memantau.

Terlebih, imbuh politikus Gerindra itu, jika sudah ada laporan, harus segera diusut dan ditindak.

"Saya lama berkecimpung di bidang bisnis, saya tahu pola-pola semacam ini banyak memakan korban. Terus terang masyarakat korbanya bukan orang desa saja loh, korbannya banyak orang terpelajar, di kota," tuntas Sodik, yang sepakat jika modus yang dilakukan First Travel sudah tergolong penipuan.(fat)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif |