Saatnya Dialog Batin

chaidir Tokoh Masyarakat Riau
Saatnya Dialog Batin
Jumat, 16 Juni 2017 - 11:09 WIB > Dibaca 2409 kali
 
RIAUPOS.CO - SEMUA hari dan bulan hakikatnya baik, karena semua hari dan bulan itu memberikan rezeki kehidupan bagi manusia, sekurang-kurangnya menghirup oksigen yang ada di udara. Tapi ada satu bulan dalam satu tahun mendapat predikat sebagai bulan istimewa, yakni bulan Ramadan dalam kalender kamariyah. Otomatis, hari-hari selama bulan Ramadan itu pun menjadi hari-hari istimewa. Disebut istimewa karena banyak sekali keistimewaannya.

Keistimewaan itu, antara lain, yang secara kasatmata bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, Muslim atau non-Muslim, adalah banyaknya orang-orang berjualan takjil dan kue-mue (kata teman saya dari Papua yang sedang berlibur di Jakarta, kue-mue itu hanya satu yang enak, yang lainnya enak sekali). Banyak juga dermawan menyediakan makanan gratis di tempat-tempat umum yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Hal-hal seperti ini tidak ditemukan di luar bulan Ramadan.

Yang juga terlihat istimewa, masjid-masjid pada malam hari penuh sesak orang-orang yang menunaikan Salat Tarawih; demikian istimewanya, masjid raya di Pekanbaru sampai mendatangkan imam besar dari Madinah (Arab Saudi) untuk memimpin Salat Tarawih tersebut. Orang-orang pun umumnya tampil dengan menggunakan kain sarung, baju koko, kopiah, dan mukena terbaik. Semua ingin tampil istimewa lebih dari hari-hari biasanya.

Dalam perilaku sehari-hari misalnya, seseorang yang biasanya suka bicara nyablak (bermulut ember alias mulut tak pernah sekolah), pada bulan Ramadan agak membatasi obrolan. Sopan santun dalam pergaulan lebih dijaga. Semua ingin tampil dan berkomunikasi secara lebih baik. Organ tangan yang biasanya rajin pegang, colek dan jamah sana-sini, di bulan Ramadan lebih aman terkendali. Mata pun yang suka nakal memandang lekat-lekat lawan jenis yang diciptakan penuh keindahan oleh Sang Khalik (sering membuat gagal fokus), bulan ini penglihatan itu cepat-cepat dialihkan ke objek lain. Kalau ada yang berjual kacamata kuda bendi untuk kaum laki-laki, tentu kacamata kuda bendi tersebut laris manis.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |