di Peringatan Nuzul Quran
Mari Kembali pada Alquran Tausiah Wamen ESDM
Kamis, 15 Juni 2017 - 11:55 WIB > Dibaca 2162 kali
 
Mari Kembali pada Alquran
Tausiah Wamen ESDM di Peringatan Nuzul Quran
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peringatan malam Nuzul Quran di  An-Nur Provinsi Riau dilaksanakan Rabu (14/6) malam. Acara yang berlangsung sederhana diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran dan Salat Tarawih berjamaah. Menariknya, Wakil Menteri ESDM RI Arcandra Tahar memberikan tausiah.

Peringatan Nuzul Quran malam tadi diawali dengan Salat Isya berjamaah. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran. Setelah sambutan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman dilanjutkan dengan tausiah agama serta ditutup dengan Salat Tarawih.

Gubri dalam penyampai­annya hanya memberikan paparan singkat tentang keberadaan Masjid Raya An-Nur yang merupakan sebuah masjid kebanggaan Pemprov Riau. Dia juga mengajak seluruh umat Islam di 10 hari terakhir tetap memakmurkan masjid dengan beribadah setiap waktu salat ke masjid-masjid.

“Ini juga saya sampaikan ke seluruh kabupaten/kota dalam safari Ramadan. Malam ini dengan penceramah langsung Pak Wakil Menteri ESDM. Mudah-mudahan peringatan malam Nuzul Quran yang sederhana ini bermanfaat bagi seluruh jamaah,” katanya singkat.

Sementara Arcandra Tahar dalam tausiah mengingatkan bahwa hidup di dunia hanya sementara. Di mana perjalanan di dunia adalah untuk membawa bekal, sehingga kelak di akhirat kita membawa sesuatu yang bermanfaat. Ia juga bercerita kisah menjadi muslim di Amerika yang berat dan perlu perjuangan untuk beribadah.

“Karenanya, kita di negara mayoritas Muslim ini, tak ada alasan lain untuk tidak beribadah dengan khusyuk,” pesannya.

Memang, Wamen ESDM lama sekolah dan bekerja di Amerika Serikat ini. Dia tetap menjadi Muslim yang taat di Negeri Paman Sam tersebut. Ia berkesempatan menjadi penceramah kemarin usai melakukan kunjungan kerja pada siang harinya di Pekanbaru. Ia juga menyampaikan berbagai hal tentang agama dan persoalan yang dihadapi umat saat ini.

“Terlalu banyak informasi yang beredar dan tidak benar. Itu tentu menyesatkan. Ketika kita tidak menelaahnya dan malah menyebarkan, itu justru menjadi sumber dosa kita. Karenanya, mari kembali pada Alquran,” ajaknya.(egp)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |