IAGI Bahas Dampak Gross Split terhadap Pengelolaan Migas dan Daerah
Para pembicara seminar IAGI Gross Split Dampak Terhadap Pengelolaan Migas dan Pembangunan Daerah berfoto bersama. (IAGI FOR RIAUPOS.CO)

GELAR SEMINAR DI THE PREMIERE HOTEL
IAGI Bahas Dampak Gross Split terhadap Pengelolaan Migas dan Daerah
Senin, 22 Mei 2017 - 16:09 WIB > Dibaca 832 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ahad (21/5/2017), Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (Pengda IAGI) cabang Riau mengadakan kegiatan bertajuk Gross Split Dampak Terhadap Pengelolaan Migas dan Pembangunan Daerah. Bertempat di The Premiere Hotel, Pekanbaru, acara tersebut dipenuhi oleh berbagai berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, praktisi migas, beberapa dinas di Riau, dan juga pendidik dari beberapa universitas di Riau.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Pengda IAGI Riau, Gantok Subiyantoro, yang kemudian diikuti diskusi oleh 4 panelis, yaitu Sukmandaru (Ketua IAGI Pusat), Anif Punto (Direktur Indostrategic Economic Inteligence), Gengky Moriza (Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah ESDM Riau), serta Nugrahani Pudyo (Praktisi Migas). Kegiatan panel diawali dengan presentasi masing-masing panelis. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab kepada peserta yang dipandu oleh moderator, yaitu Andy Arfah (Praktisi Migas) dan Bhaskara Aji (Praktisi Migas).

Panelis yang hadir menceritakan beberapa perbedaan antara PSC conventional dengan PSC Gross Split yang saat ini digadang-gadang oleh Kementerian ESDM menjadi solusi di tengah lesunya dunia migas. Nugrahani Pudyo, praktisi migas, menjelaskan terkait dengan gross split beserta dengan kelebihan dan kekurangan dari PSC gross split.

Adapun Gengky Moriza, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah ESDM Ria, menerangkan adanya bentuk PSC gross split yang berdampak terhadap pembangunan daerah, baik itu secara ekonomi atau sumber daya manusia (SDM). Sementara itu, Sukmandaru, Ketua IAGI Pusat, menjelaskan perubahan dunia usaha ekstraksi yang juga mengharuskan bagi SDM Geologist fresh grade agar dapat mempersiapkan skill yang bermanfaat sehingga dapat berkompetisi dengan Geologist dari luar negeri.

Anif Punto, Direktur Indostrategic Economic Inteligence, juga turut serta menjelaskan bahwa dengan adanya perubahan PSC dari conventional PSC menjadi gross split akan menjadikan iklim investasi di Indonesia belum tentu menarik. Total, acara selama 2 jam tidak terasa karena peserta sangat aktif dalam proses diskusi panel. Beberapa peserta, seperti dari Teknik Geologi Universitas Islam Riau (UIR) menanyakan kesempatan SDM untuk dapat berkarier di dunia migas dengan adanya gross split serta beberapa pertanyaan lain yang juga khawatir dengan hilangnya peran pemerintah di dalam dunia indutri migas yang menyebabkan beberapa perusahaan migas akan berorientasi terhadap profit tanpa adanya sinergi dengan masyarakat lokal.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Pengda IAGI 2017-2019 yang dimotori oleh Irdas Muswar. Pada sambutannya, Irdas menyebutkan bahwa Pengda IAGI Riau akan menjadi partner bagi pemerintah dan juga masyarakat dalam hal hal yang berkaitan dengan kebumian, yakni migas, tambang, air tanah, tata lingkungan, dan lain-lain. (rls)

Editor: Boy Riza Utama




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif |