Cuaca Tidak Menentu
Hasil Panen Sawit Petani Menurun
Jumat, 19 Mei 2017 - 11:39 WIB > Dibaca 661 kali
 
TAPUNG (RIAUPOS.CO) - Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kampar pada umumnya masih rendah. Kondisi tersebut seperti yang dialami oleh para petani sawit di Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Midun (50) salah seorang petani sawit di Petapahan, Rabu (17/5) mengatakan, produksi TBS sangat merosot. Salah satunya karena cuaca yang tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas terik.

“Musim panas beberapa waktu lalu, membuat bunga-bunga kelapa sawit banyak berguguran dan tidak seberapa yang menjadi buah,” katanya.

Di samping itu, setelah musim panas itu, bila ada yang berbuah, sebagian besar hampa dan beratnya tidak memadai.

“Sekarang memang luar biasa parah trek buah, hari ini ada masyarakat yang memiliki kebun sawit 5 hektare, hanya panen 900 kilogram. Saya baru-baru ini panen hanya dapat 510 kilogram di kebun seluas 4 hektare,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengeluhkan masalah harga TBS yang tidak stabil. Kadang naik dan kadang turun. Di mana, harga TBS saat ini berkisar Rp1.300 sampai Rp1.500 per kilogramnya.

Bagi para petani yang memiliki modal untuk melakukan pemupukan, dapat berharap ke depan ada peningkatan produksi. Namun, bagi yang tidak memiliki modal, masih akan merasakan produksi yang rendah.(*4)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler |