Kabupaten Pelalawan
BUMDes Diminta Topang Lumbung Ekonomi Desa
Jumat, 19 Mei 2017 - 10:50 WIB > Dibaca 418 kali
 
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Bupati Pelalawan HM Harris meminta agar pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes yang sudah terbentuk bisa mendatangkan ekonomi baru di desa setempat. Pasalnya, hingga pertengahan 2017 ini, hanya terdapat 65 BUMDes yang ada di Kabupaten Pelalawan. Sedangkan 49 desa lainnya di Kabupaten Pelalawan masih belum memiliki Bumdes. Pendirian Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tersebut, bergerak dibidang simpan pinjam.

"Ya dari 114 desa yang ada di Kabupaten Pelalawan, sudah ada 65 BUMDes di setiap desa dan tahun ini kami menargetkan seluruh desa di kabupaten sudah ada BUMDes. Di mana kegiatan simpan pinjam yang dilakukan BUMDes saat ini, masih dalam tahap pengembangan dan masih menggunakan mekanisme yang sederhana serta sangat memerlukan pembinaan," terang Bupati Pelalawan HM Harris kepada Riau Pos, Kamis (18/5) di Pangkalankerinci.

Diungkapkannya, bahwa maksud dari pendirian BUMDes ini sebagai upaya menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi maupun pelayanan umum yang dikelola oleh desa atau kerja sama antar desa. Untuk itu, dengan adanya BUMDes di 114 Desa se-Kabupaten Pelalawan nantinya, maka dirinya berharap dapat meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa serta meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaaan potensi ekonomi desa.

"Jadi, saya meminta kepada seluruh aparatur desa dan pengelola BUMDes agar lebih berhati-hati, karena di dalamnya terdapat anggaran desa dan alokasi dana desa serta pemasukan keuangan dari berbagai kegiatan yang ada di desa. Saat ada potensi yang akan merugikan masyarakat, maka jelas pengurus dan pengelola BUMDes akan berhadapan dengan hukum," ujarnya.

Ditambahkan mantan Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia (Adkasi) ini, bahwa dengan berdirinya BUMDes ini sangat bagus, di mana sebagai strategi yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat desa pada rentenir bahkan perbankan. Pendirian BUMDes ini tidak rumit, di mana tidak perlu lagi adanya perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini menimbulkan keinginan setiap desa di Kabupaten Pelalawan untuk secepatnya mendirikan BUMdes.

"Untuk itu, dengan adanya BUMDes ini, maka dapat membantu meringankan beban masyarakat desa. Di mana yang dulu pinjam dengan bunga yang besar, maka sekarang bisa dengan bunga ringan. Jadi, saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan pinjaman modal dengan bunga ringan, di mana BUMDes bisa menopang lumbung ekonomi desa," tuturnya.(amn)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler |