Jangan Terlalu Tinggi Tetapkan Passing Grade Lowongan

Jangan Terlalu Tinggi Tetapkan Passing Grade Lowongan
Selasa, 11 April 2017 - 11:39 WIB > Dibaca 4344 kali
 
KOTA (RIAUPOS.CO) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru mengingatkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kota Pekanbaru, dalam membuka lowongan dan untuk menampung tenaga kerja lokal tidak menetapkan passing grade yang tinggi. Apalagi untuk lulusan SMK.

Hal ini disampaikan Kepala Disnaker Johnny Sarikoen kepada Riau Pos, Senin (10/10). Ia mengimbau kepada perusahaan yang membuka lowongan saat job expo yang sudah terlaksana dan yang akan dilaksanakan nanti, agar tidak terlalu tinggi menetapkan passing grade supaya bisa menampung tenaga kerja baru. "Karena semua yang diperlukan dari tenaga lokal apalagi baru lulusan SMK, tentu diawali dari nol, dan berproses sampai mengerti dengan keinginan perusahaan," katanya.

Karena menurutnya, tidak bisa juga perusahaan membuka lowongan dengan menetapkan pengalaman kerja misalkan selama tiga tahun, lalu umur sekian, dan lainnya. Sementara gajinya masih juga UMK. "Kan ada tahap penyesuaian di dunia kerja itu. Itulah yang harus dilakukan oleh perusahaan di dunia kerja, dan pemerintah tentu men-support untuk bisa diterima di perusahaan," sebutnya lagi.

Untuk tenaga kerja lokal, khususnya yang baru lulus SMK, Johnny juga menegaskan, kepada sekolah dan juga kewenangan pemerintah, memberikan pembekalan kepada anak-anak khususnya tamatan SMK itu. Karena, menurutnya, lulusan SMK ini orientasinya adalah kerja. "Maka saat kelas III atau kelas 12 SMK itu diberikan materi penyuluhan dan bimbingan jabatan sehingga mereka tahu tentang mereka dan dunia kerja. Dan ini setiap tahun ini diberikan, baik sumbernya APBD maupun APBN," jelasnya.

Lalu, setelah itu, kata Johnny, dilatih sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Dengan berbagai macam kejuruan. Dan ini harus diinventarisasi, seperti yang banyak peminat itu adalah tata boga, mekanik, perhotelan, perpajakan dan pembukuan. "Ini selalu diinput dari lembaga-lembaga pelatihan dan lembaga pencari kerja yang ada. Ini harus dilatih. Sesuai dengan anggaran yang ada," katanya lagi.

Hal ini pun didukung oleh anggota DPRD Pekanbaru, Aidil Amri dari Komisi III. Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Pekanbaru harus memaksimalkan tenaga lokal sesuai dengan kemampuannya. "Jadi job expo yang digelar kemarin itu jangan hanya formalitas saja, harus ada yang terjaring, dan itu harus dilaporkan sebagai bahan informasi," kata Aidil.(gus)



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |