ABG Dikhawatirkan Terjebak Prostitusi

PERGAULAN BEBAS REMAJA
ABG Dikhawatirkan Terjebak Prostitusi
Selasa, 14 Maret 2017 - 10:05 WIB > Dibaca 4788 kali
 
DURI (RIAUPOS.CO) - Perkembangan teknologi informasi yang tak terbendung dikhawatirkan, bakal menimbulkan malapetaka sosial di Duri Kecamatan Mandau suatu saat kelak. Hal itu terutama mengancam kalangan remaja yang masih labil dalam upaya mereka untuk mencari jati diri. Karena itu, upaya memperkuat pagar negeri harus digerakkan oleh semua pihak.

Hal itu disampaikan tokoh wanita di Duri, Elida Netti SH MH kepada Riau Pos Senin (13/3) kemarin. Menurutnya, kecenderungan pergaulan di kalangan remaja saat ini sangatlah mengkhawatirkan. Seks bebas di kalangan remaja pun bukan mustahil telah terjadi di daerah ini. Kalau tidak ada upaya bersama untuk membendung itu, menurutnya, moral generasi masa depan bangsa ini akan rusak binasa.

   “Sebagai seorang ibu, saya risau melihat kecenderungan pergaulan di kalangan remaja kita saat ini. Pergaulan mereka tampak semakin bebas. Tidak ada lagi rasa malu berdua-duaan di tempat umum. Dan jangan-jangan seks bebas telah pula merasuk di kalangan mereka. Tidak tertutup pula kemungkinan bahwa ada remaja putri kita di kota ini yang sudah terlibat dalam jaringan prostitusi. Ini sangatlah berbahaya,” tegas Elida risau.

   Ditambahkannya, negeri ini memang sudah berpayung. Namun amat disayangkan, pagarnya tidaklah kokoh. Pergaulan bebas remaja seolah mendapat ruang bebas. Apalagi kafe-kafe dan tempat hiburan tumbuh menjamur. Di tempat itu, para remaja seakan difasilitasi untuk berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. “Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, niscaya marwah negeri ini akan tercoreng. Untuk itu, kita minta segenap pihak bersinergi mengawal marwah negeri ini,” ajaknya.

   Selain pergaulan bebas yang bisa bermuara pada seks bebas maupun prostitusi baik online maupun offline, Elida Netti pun mencemaskan peredaran Narkoba yang seakan tak terbendung sampai kini. Ironisnya, yang menjadi sasaran empuk peredaran barang haram tersebut adalah anak remaja dan generasi muda. “Semua ini harus dicegah sebelum jauh terlambat. Kerja sama dan sinergi dari semua pihak, baik orang tua, masyarakat, maupun LSM dan aparatur pemerintah sangatlah dituntut,” pungkasnya.(sda)



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |