Dahlan jadi Warga Kehormatan Minang
Dahlan saat bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Raya Ka­sang, Batang Anai. (Foto: RPG)

Dahlan jadi Warga Kehormatan Minang
Kamis 01 Juli 2012 - 09:40 WIB > Dibaca 1566 kali
 
Menteri BUMN Dahlan Iskan mendapat kehormatan dari Lem­­baga Kerapatan Adat Alam Mi­­nangkabau (LKAAM) Sumbar, untuk diangkat sebagai war­ga kehormatan orang Mi­nang. Ini dilatarbelakangi sosok Dahlan Iskan yang telah banyak me­la­kukan perubahan dan me­mi­liki sikap yang menjunjung ting­gi filosofi orang Minang; di­da­hulukan selangkah, diting­gi­kan seranting.

“Kami sudah banyak me­li­hat, mendengar dan membaca so­sok seorang pemimpin yang rendah hati seperti bapak. Ba­gai­mana bapak sering tidur di rumah warga, naik ojek, mem­buka pintu gerbang tol yang macet, membantu warga miskin dan sikap low profil lainnya,” kata anggota LKKAM Sumbar, Bartius Datuak Rajo Alam saat silaturahmi dengan Dahlan Is­kan di ruang VIP Bandara In­ter­nasional Minangkabau (BIM), tadi malam.

Mendengar tawaran ter­se­but, Dahlan tersipu. “Saya su­ng­guh sangat terharu, ter­san­jung dan tak menyangka men­dapat tawaran ini. Baik, saya se­tuju. Namun, saya tak mau hal ini dikaitkan dengan persoalan politik nantinya. Karena saya hanya berpikir untuk kerja, kerja, kerja,” tutur Dahlan yang tiba di BIM sekitar pukul 21.30 WIB. Bartius yang didaulat seba­gai juru bicara LKAAM Sumbar, me­nyam­paikan dalam waktu de­kat pi­hak­nya akan berembuk dengan seluruh pihak terkait untuk mencari gala yang cocok buat Dahlan. “Ketek basabuik na­mo, gadang dicari galanyo,” ulas Bartius yang diamini Ke­tua LKAAM Sumbar, M Sayuti Datuak Rajo Pangulu.

Dahlan sendiri datang ke Sumbar, terkait kunjungan kerja ke PT Semen Padang (PT SP), pagi ini. Agenda Dahlan di PT SP, ikut jalan santai dalam rangka HUT ke-54 Pengam­bi­lalihan PT SP. Lalu, mengha­diri penan­datanganan MoU PT SP dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pelindo II.

Sebelum ke PT SP, tadi ma­lam Dahlan bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Raya Ka­sang, Batang Anai, santri Ponpes Hamka dan Ponpes Darul Ulum, Aiapacah hingga tengah malam, Sabtu (30/6).

Di hadapan puluhan ang­gota LKAAM Sumbar, Dahlan mengaku segala perbuatan yang ia lakukan selama ini, adalah per­buatan seharusnya yang ia laku­kan. Turut hadir Wali Kota Pa­dang Fauzi Bahar, Wakil Bupati Padangpariaman Dam­suar, Di­rut PT Semen Gresik (SG) Dwi Soetjipto, Dirut PT SP Munadi Arifin, Ketua PWI Sumbar Basril Basyar, pejabat PT KAI, GM PLN Sumbar Judi Winardi, COO RPG Padang Sutan Zaili Asril, Deputy COO RPG Pa­dang Marah Suryanto dan sejumlah pimpinan Padang Ekspres Grup.

Dalam silaturahmi singkat selama 10 menit itu, Dahlan juga menyebut, bahwa Indonesia saat ini berada pada jeba­kan-jebakan kelas menengah. “Jika ini tak segera diatasi, maka Indonesia tak akan naik kelas. Makanya, kita bersama harus peduli dengan negara ini untuk mem­bawa­nya ke arah lebih baik. Saya janji, akan datang lagi ke Sumbar dalam waktu yang agak longgar,” ungkap Dahlan.

Di akhir silaturahmi dengan pengurus LKAAM Sumbar, Dah­­lan menyampaikan ke­ingin­an­nya untuk mempelajari ajaran Tarikat Sattariyah di Sumbar. “Saya ini orang santri, punya banyak madrasah di Jawa Ti­mur. Di Jawa, jamaah Tarikat Sattariyah ini sangat minim. Makanya, saya ingin belajar ke Sumbar, tempat asal usul Tari­kat Sattariyah,” ulas mantan Dirut PT PLN (Persero) ini.

Usai silaturahmi di VIP BIM, Dahlan segera meluncur ke Masjid Raya Kasang, Batang Anai untuk bersilaturahmi dengan jamaah. Di sana, Dahlan menyampaikan tausiah dah­syat­nya kekuatan ikhtiar. “Kita semua harus berikhtiar. Saya sendiri sebelumnya pernah divonis dokter meninggal da­lam kurun waktu enam bulan, kare­na menderita sakit kanker hati,” tukasnya.

Sekitar 45 menit kemu­di­an, Dahlan melanjutkan kun­jungan­nya ke Ponpes Terpadu Prof Dr Hamka. Dahlan pun memilih untuk berjalan kaki dari jalan lintas luar simpang masuk ke ponpes, bergabung bersama santri yang telah menantinya di sana. Di ponpes ini, Dahlan diminta meres­mi­kan asrama putri, bersilatu­rah­mi dengan santri dan pe­ngu­rus ponpes. Sebelumnya, Dahlan makan malam di sana bersama santri. Sekitar 30 menit kemudian, sekitar pukul 23.45 WIB, Dahlan meluncur ke Ponpes Darul Ulum. Ketua Yayasan Ponpes Darul Ulum Afrizal berharap Dahlan bisa bermalam di Pon­pes bersama santri.

Tak butuh waktu lama, Dah­lan pun menyanggupinya. “Ya sudah, saya nggak akan ngo­mong lama. Saat acara Subuh Mu­barakah di sini saja, saya akan ngomong banyak. Saya ti­dur dulu. Saya akan terus me­ng­ingat, bahwa saya datang ke Pon­pes Darul Ulum ini tepat pukul 00.05 WIB,” pungkasnya. (san/cip/rpg)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |