Kupas Persoalan Perempuan bersama Eni Lestari Andayani Adi

TENTANG KETIDAKADILAN DAN KESETERAAN
Kupas Persoalan Perempuan bersama Eni Lestari Andayani Adi
Sabtu, 01 Oktober 2016 - 15:19 WIB > Dibaca 3989 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mengingat kondisi perempuan saat ini masih banyak dipenuhi persoalannya ketidakadilan dan tidak kesetaraan di semua aspek kehidupan, baik secara ekonomi politik dan budaya, anggota DPRD Riau Ade Hartati Rahmad bersama Seuri dan Rupari menggelar diskusi publik dengan tema" Menakar Hasil KTT PBB ke-71 dan Memahami Persoalan Perempuan di Riau" pada Sabtu (1/10/2016), di gedung Pustaka Wilayah Riau, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru.

Acar tersebut juga mendatangkan juru bicara Eni Lestari Andayani Adi, Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong dan kini mengetuai International Migrant’s Alliance atau IMA. Ia merupakan perempuan dari Indonesia yang mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-71 PBB yang membicarakan tentang migrasi dan pengungsi,

Dalam penyampaiannya, Eni Lestari lebih banyak bercerita tenang pengalamannya selama menjadi tenaga kerja di Hongkong hingga ia menjadi ketua IMA tersebut. "Miris, apa yang dialami tenaga kerja perempuan Indonesia di Hongkong dengan tidak menerima hari libur, gaji tidak penuh, padahal satu satunya negara di Asia ini yang menerapkan perturan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja buruh dan pembantu, tapi itu disembunyikan," ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, ia terus belajar bahasa asing supaya dapat mengawal setiap masalah atau kasus yang menimpa rekan sejawatnya di negara lain. "Setiap maslah itu saya pelajari. Tidak hanya masalah saya yang saya pelajari, tapi semua masalah kawan-kawan yang saya dampingi. Ternyata aturan bantuan hukum terhadap sengaja dijauhkan dari pekerja Indonesia supaya jangan ada yang menuntut gaji penuh, menuntut hari libur. Bahkan, agen pun sebelum kami berangkat sudah mencuci otak para TKW yang mau berangkat tersebut," tuturnya.

Berawal dari menyuarakan hak-hak migrasi dari indonesia di Hongkong itu, ia kemudian diangkat menjadi ketua Migran Asia yang pernah di undang ke KTT PBB beberapa waktu lalu untuk membicarakan persoalan perempuan.

"Bicara soal buruh migran tanpa melibatkan kami para buruh, dulu saya hanya membicarakan, menyarankan hak perempuan di Hongkong saja. Dari situlah saya bisa menjadi ketua IMA dan menjadi pembicara di KTT PBB," pungkasnya.

Sementara itu, Ade Hartati Rahmad selaku anggota DPRD Riau mengatakan diskusi tersebut untuk membicarakan bagaimana kondisi perempuan di tingkat dunia dan bicara perempuan dari Indonesia tentang buruh migran yang berada di berbagai negara lain yang harus dibekali dengan pengetahuan wawasan dan pendidikan,

"Karena apa yang dirasakan perempuan itu suhunya lebih dari pada kondisi sehari-hari. Kondisi  bagaimana masa depan anak, bagaimana masa depan keluarga. Nah, inilah yang menjadi perjuangan perempuan, kenapa perempuan juga harus bekerja sampai ke luar negeri, perempuan menjadi buru, perempuan harus bekerja jadi pembantu rumah tangga," jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga sengaja mengundang bakal calon walikota Ivan Herman karena dalam konteks ini pihaknya ingin menyampaikan serta mengajak semua pemimpin itu untuk punya cara pandang yang sama, perspektif yang sama tentang kondisi perempuan, tentang kebutuhan perempuan.

"Kami ingin mengajak pemimpin ke depan itu berkomitmen bersama terhadap kondisi perempuan saat ini. Ke depan untuk punya pandangan yang sama komitmen yang sama, bagaimana membangun daerah itu dimulai dari membangun dan memperkokoh kondisi perempuan terutama di level akar rumput," tutupnya.

Laporan: Doni Afrianto
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |