Pembangunan Pasar Induk Harus Digesa
M Ikhsan

Dinilai Solusi Tata Kota
Pembangunan Pasar Induk Harus Digesa
Rabu, 28 September 2016 - 11:11 WIB > Dibaca 3582 kali
 
(RIAUPOS.CO) - RENCANA pembangunan Pasar Induk  oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menjadi solusi banyak permasalahan tata kota selama ini. Asalkan, letaknya sesuai kondisi strategis Kota Pekanbaru.

        Demikian disampaikan Pengamat Tata Kota Dr  Muhammad Ikhsan. Menurutnya, Pasar Induk akan menjadi sejumlah permasalahan, baik dari segi ketertiban maupun keindahan kota.
  Ikhsan menyebutkan, kebutuhan Pasar Induk di Pekanbaru sudah mendesak. Kota yang terus tumbuh pesat, bahkan lebih cepat dari pembangunan dan penatakelolaannya, harus segera memiliki salah satu fasilitas penting ini.

   ’’Sudah bertahun-tahun kita bisa lihat para pedagang membongar dagangan di tengah-tengah pusat kota. Banyak masalah timbul disana, tidak aman, tidak nyaman dan tidak pada tempat,’’ sebut Ikhsan.

      Setiap hari pada tengah malam hingga dini hari, belasan truck pengangkut sayur-sayuran parkir di pangkal Jalan Tuanku Tambusai. Jalan Tuanku Tambusai , sambungnya, lalu lintas padat dan sempit , seharusnya tidak diisi dengan aktivitas bongkar muat dagangan.

     ’’Kebutuhan pasar induk sudah sangat mendesak. Ini kebutuhan yang harus disegerakan. Karena akan menjadi solusi penataan kota, lalu lintas dan tata terbit di perkotaan,’’ terang Ikhsan.

      Kehadiran pasar induk juga sekaligus akan menghadirkan PAD baru di Pekanbaru, selain membuat kota menjadi lebih tertata. Dirinya juga memberikan masukan, lokasi Pasar Induk hendaknya berada di pinggir kota, terutama di salah satu pintu masuk kota. Dengan demikian, jalan-jalan dalam kota tidak perlu lagi dimasuki truck pengangkut barang dagangan.

    ’’Dengan posisinya yang berada di sudut kota, mobil-mobil ini tidak perlu lagi lansung ke pusat kota. Nah dari sana baru diecer ke tempat lain. Kalau sekarang kan akhirnya jadi semrawut, mobil-mobil  truk yang mengangkut barang dari luar kota, kumpul disitu (Tamusai), membuat suasana tidak nyaman dan tidak aman,’’ terangnya. 

   Kendati menyarankan di pinggir kota, namun Ihsan menekankan pentingnya posisi strategis yang akan dibangun. Hal ini agar nantinya pasar induk tidak dimanfaatkan oleh para pedagang. Hal ini juga sempat terjadi pada pembangunan Terminal Antar Kota Antar Provinsi yang dinilai terlalu jauh dari pusat kota. Hingga para supir masih banyak yang memilih menaikkan atau mencari penumpang tidak di lokasi yang sudah disediakan tersebut. (new)




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |