Melepaskan Belenggu Hidup

PENJARA-PENJARA KEHIDUPAN
Melepaskan Belenggu Hidup
Minggu, 18 September 2016 - 10:03 WIB > Dibaca 4761 kali
 
Oleh Wamdi Jihadi

Segala hal yang dialami manusia di muka bumi ini; kesenangan, kesulitan, kekayaan, kemiskinan, sehat, sakit, dan beragam hal lainnya merupakan ujian hidup yang menentukan kualitas diri seorang manusia tersebut. Apakah dia mampu menyikapinya dengan penuh kearifan, menjalaninya sesuai dengan anjuran atau perintah agama atau justru dia melangkah tanpa kendali dan memilih sendiri arah hidupnya. Maka kalaulah pilihan kedua yang ia tempuh, sepertinya dia bebas padahal sebenarnya ia terbelenggu atau masuk ke dalam bui dunia yang amat sulit untuk bisa terbebas kembali.

Penjara-penjara Kehidupan inilah buku terbaru yang dirilis oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat ini. Seperti buku-bukunya yang lain, di buku ini pun sarat dengan filsafat, hikmah dan kutipan-kutipan motivasi, termasuk beberapa pepatah asing yang beliau muat sebagai gambaran betapa banyak, luas dan dalamnya bacaan beliau. Bahkan di beberapa tempat di halaman-halaman buku ini akan mampu membuat kita berhenti dan merenung sejenak, seraya mengingat kembali jalan hidup yang telah kita lalui. Adakah ayunan langkah selama ini kita tapaki dengan penuh kejujuran! Mengedepankan Tuhan di atas segalanya! Menghormati kemanusiaan! dan meletakkan agama dalam realitas yang tidak hanya berteori belaka!

Buku ini pada mulanya merupakan esai berkala yang dimuat di surat kabar dan pengantar pada diskusi-diskusi yang beliau diminta sebagai pemakalah di dalam forum-forum tersebut. Merekam berbagai peristiwa sosial yang beliau padukan dengan nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, dan keragaman kita sebagai sebuah bangsa yang terdiri dari berbagai macam ras dan agama.

Buku yang terdiri dari 3 bagian ini – penjelajahan tak terbatas, penjara-penjara nonfisik, meraih kemerdekaan – terkadang tema yang diangkat itu tampak sederhana, tetapi di mata beliau yang sederhana itu menjadi bahasan yang luar biasa. Seperti misalnya tema “pintu”. Apa yang istimewa dengan sebuah pintu? Tapi coba renungkan. “Setiap hari kita berurusan dengan pintu. Untuk di rumah saja setiap hari setidaknya kita keluar-masuk pintu rumah, kamar mandi, dan kamar tidur. Begitu keluar kita melewati pintu pagar, lalu pindah lagi masuk pintu mobil. Sampai tempat kerja ketemu lagi sekian banyak pintu.” (hlm 17). Namun kalau kita ikuti terus tema pintu tersebut akan menyeberang ke sana ke mari, termasuk seni pada pintu yang menunjukkan status seseorang. Pintu juga simbol kemerdekaan dan kebebasan yang bisa kita buka kapan pun jua, namun tidak demikian halnya dengan orang di penjara yang pintunya dikunci, ditunggu, sehingga terbataslah geraknya.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |