Wacana Kekinian Ekonomi Islam

RESENSI BUKU
Wacana Kekinian Ekonomi Islam
Minggu, 11 September 2016 - 00:28 WIB > Dibaca 5170 kali
 
Oleh Muhammad Amin

Dalam beberapa tahun terakhir, produk halal mengalami peningkatan signifikan, baik dalam hal wacana maupun aplikasinya. Produk halal tak hanya menyangkut makanan, obat-obatan dan kosmetika. Produk halal ini juga mencakup wisata halal, fashion halal, juga perbankan halal. Semuanya mulai booming dan perhatian dari umat Islam, penduduk mayoritas di Indonesia. Di dunia, penerapan aplikasi produk halal ini juga meningkat, termasuk di negara yang berpenduduk mayoritas nonmuslim.

Penerapan syariat Islam di bidang perekonomian khususnya dan perbankan umumnya juga berkembang pesat. Perkembangan ekonomi Islam, baik sebagai ilmu pengetahuan maupun sebagai sebuah sistem ekonomi telah mendapat banyak sambutan positif di tingkat global. Dalam tiga dasawarsa ini, perkembangan itu mengalami kemajuan, baik dalam bentuk kajian akademis di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dan secara praktik operasional.
Dalam aplikasinya, ekonomi Islam di Indonesia berkembang sejak didirikannya Bank Muamalat Indonesia tahun 1992, dengan landasan hukumnya UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang telah direvisi dalam  UU nomor 10 tahun 1998. Selanjutnya berturut-turut telah hadir beberapa UU sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kemajuan aplikasi ekonomi Islam di Indonesia.

Pada dasarnya, ilmu ekonomi Islam tumbuh dan menjadi gerakan perekonomian Islam sejak seperempat abad yang lalu. Praktik perbankan sendri, di zaman Rasulullah dan sahabat telah terjadi karena telah ada lembaga-lembaga yang melaksanakan fungsi-fungsi utama operasional perbankan, yakni menerima simpanan uang, meminjamkan uang atau memberikan pembiayaan dalam bentuk mudarabah, musyarakah, muzara’ah dan musaqah, serta memberikan jasa pengiriman atau transfer uang.

Istilah-istilah fiqh di bidang ini pun muncul dan diduga berpengaruh pada istilah teknis perbankan modern. Misalnya istilah qard yang berarti pinjaman atau kredit menjadi bahasa Inggris credit dan istilah suq jamaknya suquq yang dalam bahasa Arab harfiah berarti pasar. Ia bergeser menjadi alat tukar dan ditransfer ke dalam bahasa Inggris dengan sedikit perubahan, lalu menjadi check atau cheque dalam bahasa Prancis.

Fungsi-fungsi yang lazimnya dewasa ini dilaksanakan oleh perbankan telah dilaksanakan sejak zaman Rasulullah hingga Abbasiyah. Istilah bank tidak dikenal zaman itu, akan tetapi pelaksanaan fungsinya telah terlaksana dengan akad sesuai syariah. Fungsi-fungsi itu di zaman Rasulullah dilaksanakan oleh satu orang yang melaksanakan satu fungsi saja. Sedangkan pada zaman Abbasiyah, ketiga fungsi tersebut sudah dilaksanakan oleh satu individu saja. Perbankan berkembang setelah munculnya beragam jenis mata uang dengan kandungan logam mulia yang beragam. Dengan demikian, diperlukan keahlian khusus bagi mereka yang bergelut di bidang pertukaran uang. Maka mereka yang mempunyai keahlian khusus itu disebut naqid, sarraf, dan jihbiz yang kemudian menjadi cikal bakal praktik pertukaran mata uang atau money changer.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |