Reformasi TNI, Quovadis?

OLEH MUHAMMAD AMIN
Reformasi TNI, Quovadis?
Minggu, 10 April 2016 - 00:20 WIB > Dibaca 3945 kali
 
Sebelum reformasi, kesatuan prajurit di NKRI pernah beberapa kali berganti nama. Nama yang paling lama adalah ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Nama ABRI kemudian berganti menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) seiring dengan bergulirnya reformasi. Salah satu tuntutan reformasi memang adalah reformasi terhadap tentara yang selama Orde Baru dianggap terlalu dominan dalam pemerintahan.

Salah satu yang diperbincangkan sangat intens adalah soal dwi fungsi ABRI yang dinilai tak relevan dengan semangat reformasi. Tentara haruslah bersikap dan bertindak profesional dalam menjaga keutuhan NKRI. Selama ini, tafsir tentara profesional itu dianggap keliru, karena selama Orde Baru, cara profesional dalam menjaga NKRI adalah dengan menempatkan tentara sebagai bagian dari pemerintahan. Maka tentara pun ada di semua lini pemerintahan, mulai dari legislatif sampai eksekutif. Anggota dewan di pusat dan di daerah diisi tentara, tanpa pemilihan. Begitu pula bupati, wali kota dan gubernur. Belum lagi lini bisnis yang juga digawangi tentara. Kekuatan demokrasi lainnya, yakni yudikatif dan pers, diawasi dengan ketat.

Tafsir tentara profesional itu kemudian diubah. Tentara yang profesional adalah tentara yang mampu dan terampil dalam menjaga keamanan nasional. Tentara yang profesional bukanlah tentara yang sibuk berpolitik dan berbisnis. Tuntutan terhadap penghapusan peran sosial politik  ABRI ada kaitannya dengan tuntutan yang lebih besar yaitu tuntutan terciptanya pemerintahan yang bersih.

Maka kemudian dirumuskanlah paradigma baru TNI. Paradigma baru itu tuntas dirumuskan pada tanggal 20 April 2000. Saat itu, pimpinan TNI sepakat menyatakan bahwa TNI tidak lagi memiliki fungsi sosial politik, karena lebih memusatkan perhatiannya pada peran dan tugas utama pertahanan. Itu berarti TNI resmi telah meninggalkan doktrin dwi fungsi. Banyak yang mengacungkan jempol atas peran yang diambil TNI setelah reformasi itu.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |